Tampilkan postingan dengan label catatan perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan perjalanan. Tampilkan semua postingan

09/12/14

JURNAL KEGIATAN EKSPEDISI FITOKIMIA GUNUNG WAYANG (19-20 April 2014)

        Kegiatan Ekspedisi Fitokimia ini dilaksanakan di Gunung Wayang Bandung Selatan oleh 6 orang Satya GANALA dari angkatan Wiyaga Bhumi (selanjutnya disebut WB) sebagai panitia pelaksana.
Wiyaga Bhumi (foto dari kiri ke kanan)
Ridwan Nugeraha (SG.001.WB)Lisna Desiana (SG.006.WB), Reztia Puteri Indraneli (SG.005.WB),
Nia Trisniati (SG.003.WB)Mila Nurjamilah (SG.007.WB), dan  Anti Winanti (SG.002.WB)

         Kegiatan yang dilaksanakan oleh angkatan WB ini juga diikuti 12 orang dari Dewan Pengurus XX GANALA. Kegiatan diawali dari pkl 03.20 WIB pada hari Sabtu, 19 April 2014. Dilanjutkan dengan briefing hingga pukul 03.45 WIB dan melakukan persiapan untuk apel pembukaan seperti mempersiapkan berkas-berkas apel dan pengondisian peserta apel. Barulah pada pkl 04.15 WIB dilaksanakan apel pembukaan kegiatan Fitokimia GANALA di Lapangan Parkir Kimia FMIPA Unpad. Apel pembukaan berjalan sampai pkl 04.35 WIB dan yang bertindak sebagai pembina apel adalah Hasiib Bintang Purnama (G.140.MD) Zarro Dewan Pengurus XX GANALA.
       Setelah apel, semua kembali ke Sarang (sekretariat) GANALA, lalu dilanjutkan kegiatan sarapan dan sholat shubuh sampai pkl 05.20 WIB. Kemudian dilakukan pengondisian oleh panitia (WB) ke dalam truk yang sudah berada di LPK dari pkl 03.00 WIB. Setelah siap, akhirnya pkl 05.50 WIB kami dapat melakukan perjalanan menuju Situ Cisanti - Bandung Selatan. Pemberangkatan dimulai dari Sarang dengan rute berikut: Gerbang Baru Unpad - Jl. Kol Achmad Syam jalur Majalaya-Ciparay Kabupaten Bandung - Jl. Pacet Kab. Bandung - Cibeureum Kab.Bandung - Gerbang Masuk Gn. Wayang lewat situ Cisanti. Perjalanan lancar dan tiba di Situ Cisanti pukul 08.20 WIB.

Ketika sampai di Gerbang Masuk Gn. Wayang (foto dari kiri ke kanan)
Rizal (G.156.CH), 
 Rabbani(G.153.CH), Sofyan Multazam (G.151.CH), Nurul Ayini (G.150.CH),Ilham Mansur (G.147.MD),   
Gilar Gumelar (G.143.MD), Riansyah Amynurdin (G.142.MD), Rudi Hartono (G.149.CH),
 
Hasiib Bintang Purnama sebagai Zarro (G.140.MD)Syahrul Mubarak (G.148.CH), Alwi Mahbubi (G.146.MD), 
Muhamad Fikri Fauzi (G.141.MD) dan 5 orang WB 



        Setelah tiba disana, Anti menemui pengurus Perhutani dan memberikan surat balasan dari KPH dan berbicara dengan Pak Atep selaku tangan kanan Kuncen Gn. Wayang. Rombongan melakukan do’a, cek kesehatan, melakukan pemanasan, dan mengecek nadi. Selanjutnya mulai melakukan perjalanan menuju ke tempat camp yaitu di pinggir Situ Cisanti pkl 08.45 WIB dengan urutan Anti, Syahrul, Hasiib, Riansyah, Lisna, Rabbani, Rizal, Sofyan, Nia, Fikri, Ridwan, Rudi, Alwi, Ilham, Mila, Nurul, Maulana, Gilar, dan Reztia. Perjalanan berlangsung hanya sekitar 5 menit. Sesampainya di tempat camp langsung mendirikan 2 tenda, satu tenda berkapasitas 6 orang untuk menyimpan Reagen untuk Uji Fitokimia dan satu tenda lagi berkapasitas 8 orang untuk menyimpan barang-barang yang tidak akan di bawa ke Puncak. Setelah itu packing barang-barang yang akan dibawa ke Puncak seperti logistik pribadi, survival kit, konsumsi pribadi, alat sampling, tenda berkapasitas 5 orang, nesting, kompor kecil, cempor, tali rafia merah dan biru sebagai ribbon, golok, dan konsumsi kelompok (4 kg beras, 15 butir telur, 2 papan tempe, 1 L minyak goreng, dan abon). Ada dari Dewan Pengurus XX GANALA yaitu Fikri, Rabbani, Rizal, dan Rudi yang tinggal dan menjaga tenda di tempat camp.

     Pendakian dilakukan pkl 09.50 WIB dengan menggunakan jalur pendakian melewati mushola kecil Situ Cisanti. Medan dalam perjalanan awal menanjak dengan cuaca sangat panas. Setelah perjalanan yang lumayan melelahkan, tibalah di tempat sampling yaitu masih dalam jalur pendakian. Disana istirahat cukup lama sekitar 23 menit karena ada salah satu panitia yaitu Nia yang sakit. Namun,  Nia  masih kuat untuk melanjutkan pendakian dan akhirnya pukul 11.42 WIB kami pun melanjutkan pendakian dari tempat sampling menuju puncak.
Perjalanan Menuju Puncak
    Pada pukul 13.07 WIB rombongan tiba di puncak. Disana kami istirahat, makan cemilan, dan melaksanakan sholatRombongan berdiam di puncak sampai pukul 14.15 WIB, lalu  turun karena hari semakin sore dan kabut mulai menebal, cuaca pun mulai mendung. Tetapi, ketika perjalanan turun mendapat kesulitan, rombongan sempat tersesat karena tidak menemukan ribbon. Akhirnya, rombongan menemukan ribbon kembali dan menemukan jalan menuju tempat camp. Perjalanan turun dari puncak sampai ke tempat sampling ini berlangsung sampai pkl 15.40 WIB.
      Selanjutnya dilakukan briefing  yang di pimpin oleh Nia untuk membahas teknis sampling hari. Kemudian pukul 17.45 WIB rombongan turun dengan cuaca yang sudah turun hujan. Rombongan sampai di tempat camp pkl 18.05 WIB lalu sebagian dari panitia ada yang mendirikan tenda, membuat bivak, dan memasak. Sedangkan yang lain membantu membuat api unggun. Setelah semua beres, rombongan makan bersama.
     Acara kemudian dilanjutkan dengan acara makrab yang dimulai dengan penampilan dari WB dengan menyanyikan sebuah lagu, dilanjutkan dengan penampilan dari angkatan Cadas Halimun (kemudian disebut CH) yang menyanyikan lagu Syukur, dan penampilan terakhir dari Marutha Denta(Kemudian disebut MD) yaitu puisi berantai. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan saling berbagi cerita dari tiap-tiap angkatan. Dan kemudian terakhir sebelum istirahat, dilanjutkan dengan kegiatan evaluasi untuk hari tersebut dan briefing untuk hari selanjutnya. Akhirnya pkl 23.35 WIB semuanya istirahat dengan bergantian jaga malam.
    Minggu pagi sekitar pkl 03.30 WIB, Mila dan Reztia pun bangun untuk melaksanakan jaga malam dan dilanjutkan dengan kegiatan memasak sarapan pagi. Selainmereka berdua, panitia lainnya melakukan screening untuk mengefektifkan waktu. Setelah masak dan screening selesai rombongan pun makan pagi bersama. Pukul 07.25 WIB rombongan bergegas melakukan persiapan untuk pengujian sampel fitokimia. Setelah semua peralatan dan tempat ujinya siap, barulah sekitar pkl 09.55 WIB mulai dilakukan pengujian dan herbarium. Saat pengujian berlangsung, turun hujan yang cukup deras. Akhirnya pindah tempat pengujian ke tempat camp.

Preparasi sampel sebelum di uji (di dalam bivak)

Uji Fitokimia di dalam bivak

Uji Fitokimia di dalam bivak


      Hari semakin sore, pengujian selesai pukul 15.55 WIB rombongan langsung melakukan packing untuk pulang. Perjalanan ke Gerbang masuk Gn. Wayang dan berpamitan pulang ke pengelola situ Cisanti. Sesampainya di gerbang masuk, truk sudah ada standby dan lansung dilakukan pengondisian masuk truk. Pada pukul 17.38 WIB dilakukan perjalanan pulang menuju Jatinangor. Rute yang ditempuh sama seperti saat pemberangkatan. Akhirnya rombongan pun tiba di lapangan parkir kimia FMIPA Unpad pada pkl 20.05 WIB. Setibanya disana langsung membereskan carier dan istirahat sejenak. Kemudian pkl 20.15 WIB dilanjutkan kegiatan apel penutupan, yang menjadi pembina yaitu Hasiib. Setelah apel selesai dilakukan evaluasi kegiatan.


SEKIAN CERITA PERJALANAN KALI INI
SEMOGA MENGINSPIRASI
SALAM LESTARI!!!


20/03/13

JURNAL KEGIATAN GUNUNG SEMERU 3.676 mdpl - Jawa Timur


Tempat Jeep di daerah Pasar Tumpang

Wah, kang Rijal G.072.LB ternyata cast dari film 5CM ya? hehehe

Menunggu pengurusan berkas-berkas untuk pendakian di kantor TNBTS



Pemanasan dan berdoa sebelum pendakian Gn. Semeru di Ranu Pane


Keluarga besar GANALA di Ranu Kumbolo
Mengibarkan kebanggaan GANALA di Kalimati



In Memoriam Soe Hok Gie & Idhan Lubis di Puncak Mahameru 


















Setelah liat foto-fotonya pasti kebayang mau ke sana kan? Okay, inilah sebuah cerita tentang masa pengembaraan GANALA ke Gunung Semeru pada September 2012.. Simak ya saudara-saudara di --->  http://www.mediafire.com/?aads3enif7aya2q pass: semeruseru

16/03/13

JURNAL KEGIATAN FITOKIMIA GUNUNG CIKURAY 2.818 mdpl, GARUT, JAWA BARAT

Mau tahu salah satu kegiatan yang telah dilakukan GANALA pada bulan Juni 2012 lalu.. Cek yuk di  http://www.mediafire.com/?7m8oa0713ahjl2b pass: cikuraybray


     pemandangan di puncak





mengibarkan bendera di puncak saat sunrise



kegiatan Fitokimia berlangsung
Ekspedisi Fitokimia oleh Marutha Denta

08/04/12

CATATAN PENDAKIAN GUNUNG SLAMET VIA GAMBUHAN (JURANGMANGU)


inilah goresan catatan perjalanan yang dibuat setelah kegiatan yang dilakukan sebagai harapan dapat membantu yang ingin berpendakian ke Gunung Slamet via Gambuhan (Juramangu). File dapat diunduh di:
http://www.mediafire.com/download.php?ke2g13752f4c3gg
dengan
Password rar-nya : plateau99
Salam Lestari!!!

08/03/12

Pendidikan Dasar XVIII GANALA

Inilah sepenggal cerita tentang Pendidikan Dasar XVIII GANALA di tahun 2012. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 9-12 Februari 2012 di daerah Bukittunggul, Lembang, Bandung, Jawa Barat diikuti oleh 9 siswa. Di tempat inilah mereka mengaplikasikan materi-materi yang telah diadakan di kelas seperti Perencanaan Perjalanan, Navigasi Darat, PPGD, Survival, Botani dan Zoologi Praktis, Tali Temali, SAR ESAR, dan materi tentang GANALA itu sendiri sebelumnya.

Aplikasi Navigasi Darat


SAR ESAR dan PPGD


Perjalanan


Pada kegiatan ini para siswa memenuhi pendidikan dasar hingga akhir dan dilantiklah sebagai angkatan Maruhta Denta. Arti nama Marutha Denta adalah angin (kuat) kilat. Maksud dari nama tersebut diharapkan angin kuat yang dapat merubah keadaan dalam waktu yang cepat, menuju GANALA yang lebih maju lagi. Berikut kesembilan anggota Marutha Denta:





Pelantikan

  • SG.001.MD Asril M.R.
  • SG.002.MD Ahmad Afandi
  • SG.003.MD Gilar Gumelar
  • SG.004.MD Riansyah A.
  • SG.005.MD M. Rizqie A.
  • SG.006.MD Irfan Fardhani
  • SG.007.MD Hasiib Bintang
  • SG.008.MD Alwi Mahbubi
  • SG.009.MD Ilham Mansur
  • SG.010.MD M.Fikri Fauzi


07/07/11

SUSUR JALUR BUKIT TUNGGUL – CURUG CILEAT

Sabtu, 2 Juli 2011
Pada hari ini kami berenam bersiap memulai perjalanan untuk menyusuri jalur menuju Curug Cileat melalui Bukit Tunggul. Tim yang diketuai oleh Alim G.119.CR memulai briefing bersama anggota lainnya (Didi G.110.DW, Bubus G.117.CR, Irfan G.118.CR, Sigit G.123.CR, dan Hendy G.124.CR) pada pukul 06.28 untuk persiapan perjalanan. Kami memulai perjalanan dari Sarang pada pukul 06.34 menuju Pangdam Jatinangor. Setibanya di pangdam kami sarapan pagi terlebih dahulu sebelum pergi ke Leuwi Panjang menggunakan bus damri. Pada pukul 07.10 kami berangkat menggunakan bus damri menuju Terminal Leuwi Panjang dengan biaya Rp.5000. Setibanya di Leuwi Panjang pada pukul 08.19 kami melanjutkan perjalanan menuju Terminal Ledeng dengan menggunakan bus damri jurusan Leuwi Panjang – Ledeng dengan biaya Rp.3500. Dari Terminal Ledeng perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkot menuju Terminal Lembang pada pukul 09.25 dengan biaya Rp.4000. Kami tiba di Lembang pada pukul 10.15. Perjalanan kembali dilanjutkan dengan menggunakan angkot menuju Patrol, biaya yang dibutuhkan Rp. 5000. Dari Patrol kami bersiap memulai perjalanan menuju Desa Galian sebelum menuju Bukit Tunggul. Kami tiba di desa galian pada pukul 11.24. Disana kami istirahat dan sholat terlebih dahulu sebelum memulai kembali perjalanan. Disana juga kami bersosialisasi dengan warga untuk mencari informasi untuk menuju Curug Cileat melalui Bukit Tunggul Setelah selesai istirahat dan mendapatkan beberapa informasi dari warga sekitar, pada pukul 14.26 kami memulai kembali perjalanan mencari jalur menuju Curug Cileat. Dari Desa Galian kami melalui Desa Pangli, Legok Jero dan naik menuju Puncak Gunung Sanggara. Medan yang kami lalui lumayan menanjak dengan pemandangan kebun kina di sekitarnya. Kami tiba di Puncak Sanggara pada pukul 18.03, dan kami memutuskan untuk camp terlebih dahulu sebelum kembali memulai perjalanan. Kami membagi tugas untuk membuat tempat camp, Irfan dan Bubus mencari kayu bakar, Sigit memasak air dan makanan, Didi, Alim dan Hendi mulai membangun tenda. Pada pukul 20.30 kami makan malam dengan menu nasi+tahu+ikan asin. Setelah selesai makan malam acara dilanjutkan dengan evaluasi kegiatan hari tersebut dan juga briefing untuk hari besok dengan dipimpin oleh Alim pada pukul 21.06. Evaluasi dan briefing selesai pada pukul 22.11. Kemudian sebagian dari kami istirahat dan yang lainnya melakukan jaga malam.

Minggu, 3 Juli 2011
Kami semua bangun pada pukul 05.00 dan memulai aktivitas dengan memasak membereskan tempat camp dan packing. Setelah semua selesai packing kami memulai sarapan pagi pada pukul 07.05 dengan menu nasi+tempe+mie. Setelah selesai makan kami berkumpul untuk melakukan pemanasan dan berdoa sebelum memulai perjalanan. Pukul 07.30 kami kembali memulai perjalanan dengan menuruni Puncak Sanggara dan menyusuri punggungan punggungan. Medan yang kami lalui naik – turun dengan jalur yang sudah banyak tertutup oleh pohon pohon dan tanaman. Pemandangan di sekitar kami dihiasi oleh bukit-bukit dan juga banyaknya percabangan membuat kami sulit untuk menemukan jalur yang tepat. Beberapa kali kami melakukan navigasi darat agar jalur yang dilewati sesuai menuju Curug Cileat. Pada pukul 01.15 kami menemukan sungai kecil, disana kami mengisi botol minum dengan air sungai dan makan makanan ringan untuk sedikit mengganjal perut. Kami kembali memulai perjalanan dengan mendaki suatu bukit. Kami tiba dipuncak bukit tersebut pada pukul 14.25 kami istirahat, dan sholat terlebih dahulu. Disana juga kami melakukan orientasi medan dengan melihat keadaan sekeliling untuk mengetahui posisi kami. Kami kembali memulai perjalanan pada pukul 14.48 dengan menuruni puncak bukit dan berjalan di punggungan yang cukup terjal karena di samping kami jurang yang cukup curam. Kadang kami harus membuka jalur sendiri dengan menggunakan golok karena banyak jalur yang kami lalui berujung jalur buntu. Kami juga memasang ribbon di beberapa percabangan agar tidak tersesat. Kami tiba di suatu sungai besar, dari sana kami menyusuri sungai itu untuk mencari jalan memutar melewati suatu bukit. Di ujung sungai tersebut, kami tiba di suatu sumber curug, akhirnya kami menghentikan menyusuri sungai dan kembali naik ke atas bukit. Kami berjalan cukup jauh kira kira 2 km dengan medan yang turun naik yang cukup menguras fisik kami berenam. Pada pukul 05.16 kami menemukan tempat camp dan memutuskan untuk menghentikan perjalanan untuk melanjutkannya esok hari. Kami semua memulai mempersiapkan tempat camp dan juga memasak untuk makan malam. Beberapa dari kami membuat api unggun dan yang lainnya melakukan shalat sambil menunggu selesai memasak. Pada pukul 19.47 kami selesai memasak dan bersiap untuk makan malam, menu malam ini yaitu nasi+telor+ mie. Selesai makan malam kami semua berkumpul untuk evaluasi dan briefing. Pukul 21.00 evaluasi selesai dan kami memulai untuk istirahat.

Senin, 4 Juli 2011
Kami semua bangun pada pukul 05.00 dan memulai membereskan tempat camp. Pagi ini kami sarapan dengan roti dan susu, kami harus menghemat persediaan logistik karena kami belum tahu kapan kami akan sampai menuju Curug Cileat. Kami semua selesai packing pada pukul 08.00 dan dilanjutkan dengan pemanasan dan juga mengkonsumsi vitamin untuk menjaga kondisi tubuh. Perjalanan dimulai dengan menyusuri jalanan yang cukup kecil dengan di kedua sampingnya jurang yang cukup curam. Beberapa kali kami harus membuka jalur menuruni punggungan, kadang kami harus naik ke atas lagi karena jalur yang kami buka terlalu curam. Perjalanan yang dilalui melalui jalur yang harus melewati beberapa bukit. Medan yang tertutup dan kabut yang menutupi beberapa bukit di sekitar kami membuat kami sulit untuk melakukan navigasi darat. Kami berjalan menuju arah utara untuk mencapai Curug Cileat. Setelah berjalan cukup jauh kami tiba di suatu bukit. Dari seberang bukit yang kami daki kami dapat melihat persawahan dan beberapa gubug kecil di sekitarnya. Pada pukul 11.47 perjalanan kami hentikan karena menemukan sungai yang merupakan sumber curug yang cukup besar. Disana kami istirahat dan mengisi botol minum kami. Sumber curug ini adalah sumber dari curug cileat yang terbentuk dari 2 aliran sumber curug. Setelah cukup istirahat kami kembali mendaki bukit dan menuruni lembah. Tidak jauh dari sumber curug yang tadi kami lalui kira kira berjarak 300 meter dari sana kami menemukan sumber curug yang kedua. Untuk melalui sungai ini sangat sulit dan dibuthkan webbing untuk menuruni tebih yang kira kira tingginya 5 meter. Sungai ini juga cukup dalam dibandingkan dengan sungai sungai yang telah kami lewati. Dari sini kami dapat melihat indahnya Curug Cileat dari atas. Setelah melewati sungai ini kami mendaki kembali bukit di depan kami dengan harus membuka jalan sendiri., akhirnya pada pukul 13.30 kami memutuskan istirahat sebentar telebih dahulu untuk sholat dan memasak minuman hangat karena cuaca yang sedikit mendung. Kami memulai kembali perjalan pada pukul 13.45 dengan medan yang hampir sama dengan yang telah kami lalui. Akhirnya stelah mencoba beberapa jalur kami menemukan jalan setapak dan menyusuri jalan tersebut untuk mengitari beberapa bukit. Setelah cukup jauh berjalan kami melalui ladang bambu yang diikuti persawahan. Dari sana kami terus berjalan menuju Desa Buni Asih dan bertanya pada penduduk setempat untuk mencari jalur menuju Curug Cileat. Dari sana cukup dekat menuju Curug Cileat kira kira 1 kilometer kami menemukan Curug Cileat pada pukul 15.15. Disana kami istirahat dan melakukan dokumentasi. Curug Cileat yang indah tersebut tampak tidak terawat dengan banyaknya sampah dimana mana. Kami memutuskan untuk melakukan operasi bersih dengan sweeping jalan jalan untuk membersihkan tempat tersebut dari sampah. Dari curug tersebut kami berjalan menuju Kampung Cimuncang-Desa Cibago pada pukul 16.00. Dari curug pertama yang kita temukan kami berjalan dan melaului 3 curug lainnya. Jarak dari curug pertma menuju Desa Cibago sekitar 3 kilometer. Kami berjalan dengan membersihkan jalan dari sampah. Pukul 17.00 kami sampai di Desa Cibago, disana kami beristirahat melepas lelah dan berunding untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Dari Desa Cibago menuju jalan besar kira kira membutuhkan waktu 5 jam jalan kaki, karena hari yang telah mulai gelap dan waktu yang tak memungkinkan kami memutuskan untuk naik ojeg menuju Jalan Cagak dengan biaya Rp 20.000. Kami melalui perjalanan menuju jalan cagak pada pukul 17.45. Kami tiba di Jalan Cagak pukul 19.00, dari Jalan Cagak kami naik elf jurusan Subang – Terminal Ledeng dengan biaya Rp. 15.000. Karena hari yang sudah malam kami harus menunggu elf tersebut kira kira setengah jam. Akhirnya kami naik elf tersebut dan tiba di Terminal Ledeng pada pukul 20.00. Dari Terminal Ledeng kami naik angkot jurusan Cicaheum – Ledeng dengan biaya Rp.4000. Kami tiba di Cicaheum pada pukul 21.00. Di Cicaheum kami makan malam terlebih dahulu, dan disana kami memutuskan untuk menginap dahulu di rumah Sigit sebelum menuju Sarang.

Selasa, 5 Juli 2011
Pukul 13.15 kami bersiap berangkat menuju Sarang Jatinangor dari rumah Sigit. Perjalanan menggunakan elf dari Stasiun Cicaheum. Kami berangkat dari Stasiun Cicaheum pada pukul 13.30 dan tiba di Pangdam Jatinangor pada pukul 15.00. Dari pangdam kami berjalan menuju Sarang. Sesampainya di Sarang kami melakukan apel untuk menutup kegiatan yang dilanjutkan dengan tradisi. Akhirnya perjalanan kami selesai setelah 4 hari 3 malam dan berhasil menemukan jalur menuju Curug Cileat-Subang.

06/07/11

MAPAK GUNUNG GEDE PANGRANGO 2958 mdpl – 3019 mdpl

“ Patepang Sono Barudak GANALA”

Jum’at, 15 April 2011

Pada hari Jum’at 15 April 2011 tim GANALA’ers kembali mengadakan perjalanan ke Gunung Gede-Pangrangoyang berada di Cibodas Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Peserta yang mengikuti perjalanan ini berjumlah 33 orang, yaitu: Asep Hendra G.014.TK, Irwanto G.021.TK, Rolly G.031.TK, Rijal Kamaluddin G.072.LB, Titus G.077.TN, Mawar G.84.TN, Imam Bukhori G.095.TL, Irwan Kurnia G.096.TL, Attin G.097.TL, Christofel G.102.TF, Lintang G.105.WT, Septeriana Ayu G.108.DW, Eni Hartati G.109.DW, Hamdi Wahyudi G.110.DW, Bubus G.117.CR, M. Irfan Husaini G.118.CR, Esti Nurul G.121.CR, Sigit Adianto G.123.CR, Hendi Hajarullah G.124.CR, Rendy Edvan G.125.CR, M. Irwan SG.001.BG, Anneke SG.002.BG, Adhitya Pratama SG.003.BG, Siska SG.004.BG, Nur Rahman SG.006.BG, Ai Kania SG.007.BG, Ema SG.008.BG, Permana SG.009.BG, Widya SG.010.BG, Susan SG.011.BG, Riska SG.012.BG, Indah SG.013.BG, dan Arfan (guest Kimia 2005).

Pukul 18.00 WIB kami semua telah berkumpul di Sarang untuk melakukan briefing dan pengecekan kesiapan bersama-sama dipimpin oleh Imam dan Christofel. Selanjutnya pada pukul 20.30 WIB dilaksanakan pembukaan pemberangkatan, Bharuna oleh Rijal, DS oleh Chistofel dan Lintang, DP oleh Hamdi dan dari BG M.Irwan, pelepasan dari yang tidak bisa ikut juga oleh Aenul G.106.DW. Setelah semuanya selesai, kami semua berangkat dengan dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama melalui Cileunyi yaitu Christofel, M Irwan, Adit, Anneke, Nur Rahman, Siska, Susan, Indah, Widya, Ema, Permana, Riska, dan Ai Kania. Tim kedua melalui terminal Leuwi Panjang diantaranya Imam, Lintang, Bubus, Hamdi, Irfan, Sigit, Hendi, Rendy, Ayu, Eni, Rijal, dan Esti .

Kami menyewa dua angkot dengan harga Rp.90.000,- untuk yang ke Leuwi Panjang, dan Rp. 20.000,- untuk yang ke Cileunyi. Yang melalui tol Cileunyi memutuskan untuk nyarter langsung ke Cibodas dikarenakan bus belum juga datang dan dikhawatirkan sampai di sana terlambat. Dari Sarang berangkat pada pukul 21.00 WIB pada pukul 21.45 WIB akhirnya sampai di Terminal Leuwi Panjang. Di sana kami bertemu dengan peserta yang lain, yaitu Irwan Kurnia, Attin, Rolly, dan Arfan. Kami berangkat dari Leuwi Panjang menuju Cibodas menggunakan bis jurusan Merak-Bandung dengan harga Rp.20.000,- per orang. Pada pukul 00.45 WIB kami tiba di pertigaan Cibodas. Disana kami bertemu dengan Asep Hendra dan Irwanto. Dari pertigaan kami terus menaiki angkot terlebih dahulu untuk mencapai lapangan parkir dengan tarif Rp. 3000,- per orang.

Di lapangan parkir kami bertemu dengan kelompok yang pergi melalui Cileunyi. Disana terdapat banyak warung makan yang juga dapat digunakan untuk tempat istirahat. Kami istirahat sebentar sambil mengobrol dan memesan makan untuk esok pagi pada salah satu warung. Pada pukul 02.00 WIB kami melanjutkan perjalanan menuju Pos 1 yang jaraknya tidak terlalu jauh sekitar 15 menit perjalanan. Setelah sampai disana kami istirahat di tempat information centre, dan beberapa orang mulai menyalakan kompor untuk memasak minuman hangat. Pada pukul 03.30 WIB beberapa orang dari kami turun kembali ke lapangan parkir untuk mengambil makanan yang telah kami pesan sebelumnya. Pukul 04.30 WIB akhirnya pesanan makananyang dibawakan oleh Irfan, Anneke, dan Christofel sampai ke Pos 1 dengan dibarengi datangnya Mawar dan Titus.

Kami semua bersiap untuk melaksanakan sholat Shubuh dan beberapa orang lainnya bersiap siap untuk perjalan berikutnya. Setelah selesai melaksanakan sholat Shubuh kami bersiap untuk sarapan pagi dengan telor+tempe orek dengan harga Rp. 7.000,-. Pukul 06.15 WIB setelah selesai sarapan Imam dan Bubus mengurusi perijinan untuk memulai pendakian. Tak lama juga datang Bharuna yang tadi menunggu di parkiran Cibodas yaitu Irwanto, Asep Hendra, ditambah Rolly yang baru datang. Kemudian melanjutkan kegiatan pagi dengan pemanasan yang dipimpin oleh Ema dan berfoto bersama sebelum melanjutkan perjalanan.

Pukul 06.30 WIB kami semua berangkat memulai perjalanan dengan dipimpin oleh Imam. Bubus dan Hamdi menunggu Yanyan G. 065.LB yang berencana ikut dan datang ke Pos Cibodas, kemudian mereka menyusul menuju Curug Cibeureum. Medan yang kami lewati cukup bagus untuk dilewati dengan jalan tangga berbatu yang terus menanjak. Pada pukul 07.45 WIB kami sampai di Telaga Biru dan semuanya beristirahat untuk melepas lelah. Suasana di Telaga Biru sangat nyaman dengan sajian sumber air alam yang berwarna biru berasal dari alga yang tumbuh subur, dan kadang berubah menjadi coklat saat waktu tertentu. Di telaga ini hidup ikan mas dengan ukuran jumbo, dan terlihat satu hewan sejenis monyet yang biasa disebut Owa salah satu satwa yang dilindungi.

Foto : Telaga Biru

Setelah 15 menit kami beristirahat dan memulai kembali perjalanan menuju Curug Cibeureum melalui pos Panyangcangan Kuda. Asep Hendra dan Irwanto tidak ikut ke Curug Cibeureum namun mereka melanjutkan perjalanan duluan untuk menuju Kandang Badak. Jalan menuju curug lumayan nyaman, jalur difasilitasi dengan jembatan kayu sehingga menarik kami untuk mengambil foto dengan view Gunung Pangrango.

Foto : View Gunung Pangrango dari jembatan

Sekitar pukul 08.30 WIB sampai di Curug Cibeureum dan kami beristirahat kembali, foto-foto, dan menikmati pemandangan. Suasana curug cukup ramai dan dikunjungi banyak orang namun tidak mengurangi keindahan curug sehingga kami tidak melewatkannya begitu saja, melihat takjub akan ciptaan sang kuasa, cucuran air yang jatuh begitu derasnya dan hamparan pelangi yang terfraksi diantara bebatuan yang berair. Beberapa dari kami pun menyiapkan kamera untuk mengabadikan momen yang berharga ini Rijal dengan SLR NIKON andalannya, Titus dengan SLR’y, Adit memakai SLR CANON, Rolly memakai camdy, dan yang lain ada yang memakai HP foto. Banyak hal-hal lucu yang kami lakukan di sini, dan kadang becanda ketika diambil foto.

Foto : Curug Cibeureum

Setelah istirahat cukup lama, sampailah Bubus dan Hamdi ke Curug Cibeureum sekitar pukul 09.00 WIB dan mengabarkan bahwa Yanyan tidak dapat mengikuti kegiatan karena harus mengurus perbaikan kendaraan akibat tabrakan dengan sebuah mobil saat perjalanan menuju Cibodas. Setelah 15 menit kedatangan mereka, kemudian siap-siap melakukan perjalanan selanjutnya menuju Pos berikutnya Pos Batu Kukus, dan Pos Pemandangan.

Foto : Pos Cipanas

Waktu perjalanan ini kami berpapasan dengan pendaki yang lain diantaranya pendaki lokal dari PMI, PA dari SMA 97 Jakarta, dari berbagai daerah dan wisatawan dari Korea dan Jepang. Seorang wisatawan dari korea ini masih cukup kuat di usianya yang sudah kelihatan tua, Riska menyapa sang kakek Korea ini dengan bahasa Korea, tapi dia pun menyapa kembali dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih. Di sela perjalanan kami pun istirahat sambil menunggu peserta yang paling belakang. Sesampai di Pos Cipanas sekitar pukul 11.20 WIB kami beristirahat dan menunggu semuanya datang. Dua puluh menit beristirahat dan siap-siap untuk melanjutkan perjalanan, di sini kami bertemu dengan Asep Hendra dan Irwanto yang baru kembali dari Kandang Badak, ngobrol sebentar, dan mereka berdua pamit untuk pulang duluan.

Sampai Pos Kandang Badak sekitar pukul 13.50 WIB, istirahat, mendirikan tenda, masak, dan makan. Sementara itu berdasarkan rencana sebelumnya untuk naik ke Puncak Pangrango-Mandalawangi, dibentuk satu tim berdasarkan arahan dari Bharuna dan DS yang terdiri dari Imam sebagai leader, Christofel, Hamdi, Lintang, Bubus, Eni, Esti, Anneke, Nur Rahman, Irwan dan Adit. Karena target untuk mencapai puncak dan Mandalawangi sebelum masuk waktu magrib maka dari awal perjalanan pun dipercepat, dalam kondisi fisik yang cukup letih dan kurangnya energi karena belum sempat makan juga di Kandang Badak kami tetap bersemangat untuk segera mencapai Puncak. Di tengah perjalanan banyak berpapasan dengan para pendaki yang menuju dan hendak turun kembali, menjaga keakraban kami pun saling menyapa satu sama lain. Istirahat sebentar ditengah perjalanan menuju Puncak, menikmati keindahan pemandangan Puncak Gede, dan menyegarkan kelelahan sejenak. Akhirnya kami sampai di Puncak Pangrango sekitar pukul 16.47 WIB segera menuju Tugu Biru untuk dokumentasi di puncak tertinggi Pangrango, setelah itu menuju Alun-alun Mandalawangi.

Foto : Puncak Gunung Pangrango, View dari Puncak Gunung Pangrango


Di tempat ini kami berfoto-foto sambil menikmati pemandangan hamparan padang edelweis dan sunset dengan siluet merah membara yang tengah terbenam menuju ufuk barat. Udara yang dingin, kondisi tubuh yang capek, tidak mengurangi semangat, kebahagiaan dan kebersamaan tim G’ers.

Foto : Lembah Kasih Soe Hoek Gie (Alun-Alun Mandalawangi)

Setelah shalat Ashar di Puncak Pangrango sekitar pukul 17.30 WIB kami melanjutkan perjalanan untuk turun kembali ke Kandang Badak, dan perjalanan dilanjutkan tengah menjelang malam. Terasa perjalan turun ini ternyata lebih lama dari yang kita bayangkan, hingga hampir dekat dengan Pos Kandang Badak pun kami sempat tersesat tidak menemukan jalan yang menuju ke plang pertigaan ke puncak Gede, Pangrango dan Kandang Badak. Sebelum tersesat lebih jauh, kami memutuskan untuk kembali ke tempat di mana terdapat ribbon terakhir, dan dari sana akhirnya kami mendapatkan jalan yang sesuai dan sampailah di Pos Kandang Badak dan teriakan dari bang Titus : SALAM RIMBA !!! menyambut kami yang tiba menyelesaikan ekspedisi dari Puncak Pangrango, tiba sekitar pukul 08.30 WIB.

Di Pos Kandang Badak semua telah berkumpul, masakan telah disiapkan dan waktunya semua untuk makan bersama-sama, udara yang dingin masih tetap memberi semangat kebersamaan kami walau pun tanpa api unggun, dan sambil bercerita tentang ekspedisi tadi. Panitia diantaranya menyiapkan agenda yang akan dilaksanakan pada malam ini, diantaranya prosesi pelepasan wisuda yang merupakan acara rutin dan tradisi di GANALA secara khusus atas inisiatif dari DP ingin diselenggarakan pas waktu kegiatan ini, namun belum bisa terlaksana berhubung belum siapnya peserta prosesi karena udara malam yang dingin juga. Selain itu berhubung acara makan sudah selesai, diantarnya peserta dan panitia beres-beres dan menyiapkan beberapa logistik yang dibutuhkan untuk persiapan naik ke Puncak Gede. Selanjutnya dilakukan breafing persiapan, mengenai perkiraan waktu naik, sampai di Puncak, ke Alun-alun Surya Kencana, turun kembali ke Pos Kandang Badak, dan balik sampai melalui Pos 1. Setelah briefing kegiatan malam pun ditutup, sebagian ada yang tidur, dan mengecek logistik yang akan dibawa.

Sabtu, 16 April 2011

Sampai pukul 02.00 WIB pagi beberapa orang telah bangun namun belum bisa terkondisikan untuk persiapan berangkat, baru sekitar pukul 03.30 WIB diawali dengan pemanasan, dan berdo’a bersama-sama, perjalanan dimulai kembali ke urutan jalannya. Imam membawa jalan dan posisi paling depan, sela-sela perjalanan komunikasi “saling menyahut posisi depan ke paling belakang dan seterusnya” harus tetap jalan, selain menjaga yang sakit ataupun yang kelelahan kami beristirahat beberapa kali di tengah perjalanan. Masih tetap bersemangat dan bersama-sama, dan Salam Rimba ! GANALA...GANALA...GANALA... kami telah sampai di atas Puncak Gede sekitar pukul 05.30 WIB disambut terbitnya sang surya menghangatkan tubuh dalam udara yang dingin.

Foto : Siluet Sunrise menuju Puncak Gunung Gede

Jalan terus menyusuri jalur puncak, terlihat di bawah Kawah Gede yang menyemburkan asap belerang dan tebing tajam, sekitar jalan terpasang pegangan panjang dari baja untuk memudahkan perjalanan. Istirahat, sholat Subuh, menyiapkan minuman hangat dan makanan. Suasana di Puncak tidak terlewatkan begitu saja, lukisan alam yang indah, dan moment penting lainnya diabadikan dengan pengambilan foto bersama keluarga GANALA dengan latar puncak Pangrango dan siluet sunrise.

Foto : Berfoto bersama di Puncak Gunung Gede, View dari Puncak Gunung Gede

Masih tetap di puncak sampai sekitar pukul 08.30 WIB, beberapa tim dibagi-bagi kembali diantaranya ada yang melanjutkan ke Alun-alun Surya Kencana dan kembali turun lebih dahulu ke Pos Kandang Badak. Tim yang menuju Surya Kencana diantaranya Nur rahman, Sigit, Indah, Riska, Ai Kania, Widya, Anneke, Susan, Esti, Adit, Ema, Siska, Irfan, Didi, Irwan, Hendi, Rendy, dan Bubus. Tim yang sampai di Surya Kencana semuanya pun tiba, kumpul untuk mengambil dokumentasi sekitar pukul 09.20 WIB, terlihat hamparan edelweiss dan banyak sekali pendaki yang mendatangi tempat ini.

Foto : Alun-Alun Surya Kencana, Gunung Gede

Setelah 20 menit di alun-alun Surya Kencana, tim pun kembali naik ke Puncak Gede dan sampai pukul 10.30 WIB.

Foto-foto : Turun dari Tanjakan Setan, dan menuju pos Cibodas

Setelah itu, kami memulai perjalanan turun ke Kandang Badak pada pukul 11.00 WIB, dan tiba pada pukul 12.00 WIB, kemudian sumuanya makan dan shalat Dzuhur. Perjalanan turun ke basecamp dimulai pukul 13.30 WIB. Kami tiba di Pos Kandang Batu pada pukul 14.15 WIB. Kemudian kami melanjutkan perjalanan dan tiba di Pos Air Panas pada pukul 14.40 WIB. Kami beristirahat sejenak selama 20 menit di Pos Air Panas sambil menunggu Imam dan Arfan yang tengah sakit pada kakinya. Di tengah perjalanan menuju Pos Telaga Biru kami manapaki jalur yang cukup curam sehingga sering disebut Tanjakan Setan. Sesampainya di Pos Telaga Biru kami beristirahat serta melaksanakan shalat Ashar hingga pukul 16.20 WIB. Setelah itu, menuju pos Cibodas dan tiba disana pada pukul 17.15 WIB disambut oleh Bharuna yang sudah terlebih dulu sampai sekitar pul 15.00 WIB. Bubus mengurus perizinan untuk pulang dan sebagian ada yang bersih – bersih dan melaksanakan Shalat Magrib di Pos Cibodas.

Foto-foto : Bharuna jalan menuju parkiran, Leuwi panjang, dan sampai di Sarang

Beberapa Bharuna di antaranya langsung menuju warung makan di tempat parkiran. Pada pukul 19.30 WIB Irwan Kurnia, Attin, Arfan, Rolly, menyusul Mawar, dan Titus pulang terlebih dahulu. Dari lapangan parkir Cibodas kami menyewa angkot sampai Cianjur dikarenakan tidak adanya bis yang langsung menuju Bandung dan ditutupnya jalur melalui Cibodas karena ada acara kepresidenan. Salah satu angkot kami terlambat datang menuju pemberhentian bis karena salah jalan, yang lain telah sampai dan menunggu sampai pukul 09.00 WIB, setelah itu menaiki bis kota sampai ke Leuwi Panjang, Bandung. Di Leuwi Panjang kami menyewa dua buah angkutan kota sampai ke Sarang, kembali mengalami kejadian satu angkot yang disewa ini di tengah perjalanan mogok karena ban pecah akibatnya harus menunggu supirnya mengambil ban cadangan dari Leuwi Panjang, dan perjalanan pun terlambat hingga sampai Sarang. Rombongan pertama sampai pukul 11.45 WIB dan yang terakhir sampai di Sarang pada pukul 00.15 WIB. Setelah itu, pukul 12.40 WIB kami semuanya telah berkumpul dan melakukakn evaluasi serta penutupan kegiatan hingga pukul 03.00 WIB.