Tampilkan postingan dengan label Profil Angkatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Angkatan. Tampilkan semua postingan

27/10/13

PENGANGKATAN CADAS HALIMUN MENJADI CASTRENA GANALA pada 27 Oktober 2013

CADAS HALIMUN

Apel dengan pembinanya Kang Rolly  G.031.TK

Ucapan selamat dari Kang Rolly kepada Cadas Halimun

Ucapan selamat dari Zarro GANALA, M. Irwan Kurniawan G.128.BG, kepada Cadas Halimun


Cadas Halimun:

Syahrul Mubarak          G.148.CH
Rudi Hartono                G.149.CH
Nurul Ayini                  G.150.CH
Sofyan Multazam         G.151.CH
Deden Indra                  G.152.CH
Rabbani Wangsa A.      G.153.CH
Aneu                             G.154.CH
Maulana Muhammad    G.155.CH
Rizal Khoiru Umam     G.156.CH

20/03/12

Angkatan Tebing Layang

TEBING LAYANG

Di Puncak Gunung Slamet (3432 mdpl), ki-ka: Tengku Muliani Putri, Irwan Kurnia, Imam Bukhori, Yudhio Oktario, dan Attin Rachmawati

Tebing Layang diambil dari filosofi “mendaki tebing, menuju puncak, melayang, menggapai cita”, setelah melalui 2 gunung yang terdapat tebing di jalurnya. Angkatan Tebing layang (TL) dilantik sebagai Satya Ganala pada tanggal 12 maret 2006 sebagai angkatan ke-10 di Ganala setelah melalui proses pendidikan dasar (diksar) di Gunung Manglayang, setelah sebelumnya juga melakukan diksar di Gunung Salak (puncak I).

Setelah melalui berbagai tahap dan pendidikan yang diadakan oleh Dewan Pengurus Ganala XII, antara lain pendakian Gunung Salak (puncak I), pendakian Gunung Manglayang, fitokimia di Bukit Tunggul (Jawa Barat), pendakian Gunung Papandayan (Jawa Barat) dalam rangka memperingati Hari Bumi, dan pengembaraan di Gunung Slamet (Jawa Tengah), sehingga TL total telah melalui pendakian gunung lebih dari 10.000 mdpl kemudian resmi dilantik sebagai Castrena Ganala yakni sebagai anggota penuh Ganala. Angkatan Tebing Layang terdiri dari 5 orang, antara lain:

1. G.095.TL Imam Bukhori

2. G.096.TL Irwan Kurnia

3. G.097.TL Attin Rachmawati

4. G.098.TL Yudhio Oktario

5. G.099.TL Tengku Muliani Putri

Perbedaan latar belakang personil TL tidaklah menjadi faktor penghambat yang besar selama berkecimpung di Ganala. Keinginan yang kuat untuk terus belajar dan membangun Ganala, menjadi faktor yang terus mempersatukan TL hingga saat ini, disamping juga untuk menelusuri hobi kegiatan alam bebas (terutama pendakian gunung).

Ada beberapa kejadian menarik selama TL berkegiatan di alam bebas. Pertemuan dengan sosok harimau ketika malam keakraban dalam kegiatan fitokimia di bukit tunggul menjadi fenomena langka yang pernah ditemui di lapangan, perjalanan turun gunung terpanjang dalam sejarah TL ketika mendaki Gunung Salak yang hanya berketinggian 2211 mdpl kurang lebih 18 jam akibat tersesat, jalur yang sulit dan cedera yang dialami salah satu anggota team yang membuat perjalanan harus dilakukan perlahan-lahan, dan pengembaraan di Gunung Slamet meninggalkan kesan yang paling besar bagi TL khususnya, di sana kita belajar semangat “positive mental attitude” yang begitu besar dari salah satu personil TL yakni Tengku Muliani Putri (Uya), walaupun secara fisik tidak terlihat layaknya pendaki gunung-gunung tinggi tetapi dia menunjukkan kemampuan mental yang luar biasa yakni mendaki gunung tertinggi kedua di pulau jawa walaupun dalam kondisi fisik yang tidak fit 100% dan membawa perbekalan obat-obatan pribadi yang sangat banyak dan cukup berat. Uya telah menunjukkan dan membuktikan kepada kita semua (khususnya TL) tentang begitu luar biasanya kekuatan pikiran, ketika kita berpikir positif bahwa kita bisa maka kita pasti bisa, membuang jauh-jauh kata menyerah. Tersesat ataupun salah perkiraan yang membuat waktu tempuh menjadi lebih lama serta kondisi-kondisi terburuk di lapangan, bukanlah hal yang membuat kami gentar dan enggan berkegiatan di alam bebas. Justru dengan beberapa kejadian tersebut kami belajar dan mengambil hikmahnya sebagai bekal ketika menghadapi kondisi yang lebih buruk lagi di alam dan kehidupan. Alam tidak pernah bisa diprediksi dan mengajarkan banyak hal kepada Tebing Layang.

Angkatan Tebing Layang telah melalui dua kepengurusan di Ganala, yakni Dewan Pengurus Ganala XIII dan XIV, dengan Irwan Kurnia sebagai Zarro di dua periode kepengurusan tersebut.

Pendakian yang pernah diikuti angkatan Tebing Layang bersama Ganala antara lain :

1. Gunung Salak – Jawa Barat (2211 mdpl)

2. Gunung Manglayang – Jawa Barat (1818 mdpl)

3. Gunung Papandayan – Jawa Barat (2665 mdpl)

4. Gunung Gede – Jawa Barat (2958 mdpl)

5. Gunung Pangrango – Jawa Barat (3019 mdpl)

6. Gunung Slamet – Jawa Tengah (3432 mdpl)

7. Gunung Sindoro – Jawa Tengah (3150 mdpl)

8. Gunung Sumbing – Jawa Tengah (3336 mdpl)

9. Gunung Lawu – Jawa Tengah (3245 mdpl)

10. Dan kegiatan lainnya di luar pendakian gunung

Mungkin sedikit gambaran Tebing layang di atas cukup mewakili walaupun tentunya akan sangat banyak jika harus dirinci dinamika lebih lengkap tentang Tebing Layang di Ganala. Feel free to contact us if you want to share anything about Tebing Layang.

Vivat Ganala

Salam Rimba…!!!

Tebing Layang

TL style

26/08/11

Angkatan Chandra Rumengkang

(ki-ka: Ryan, Bubus, Esti, Irfan, Revi, Sigit,
Alim, Nia, Hendi, Rendy, Uthe, Disti)

Chandra Rumengkang merupakan angkatan ke-14 Ganala. Mengikuti Pendidikan Dasar pada 25-28 Februari 2010 di Bukit Tunggul dan melewati Bukit Sanggara, Gunung Kasur, dan Gunung Manglayang, diakhiri di Sarang. Chandra Rumengkang dilantik menjadi Satya Ganala pada tanggal 28 Februari 2010, dan tanggal tersebut diabadikan sebagai hari lahirnya Chandra Rumengkang itu sendiri. Pada Pendidikan Dasar beranggotakan 9 orang :

1. M. Ryansyah Prameswara SG.001.CR (Puhu)

2. U. Bubus Bahrussalam SG.002.CR

3. Esti Nurul Addini SG.003.CR

4. M.Irfan Husaini SG.004.CR

5. Reviansyah Nur Arifin SG.005.CR

6. Sigit Adianto SG.006.CR

7. Abdul Alim Kahari SG.007.CR

8. Nia Kurniatin SG.008.CR

9. Hendi Hajarulloh S.A. SG.009.CR

Nama CHANDRA RUMENGKANG sendiri berawal dari proses Pendidikan Dasar XVI GANALA, dimana ketika malam pertama Pendidikan Dasar sedang bulan purnama yang membuat langit sangat cerah. Chandra yang berarti Bulan, dan Rumengkang yang berarti Kehidupan menjadi doa kami, CR, agar menghidupkan GANALA menjadi yang lebih baik ke depannya.

Setelah mendapat nomor Satya Ganala kemudian Chandra Rumengkang mendapatkan 3 anggota keluarga baru yang mendapatkan nomor Calon Satya Ganala pada pengaplikasian materi Pendidikan Dasar yang dilaksanakan di Gunung Manglayang pada 23-24 Maret 2010 : Rendy CSG.001.CR, Utari CSG.002.CR, Disty CSG.003.CR. Kemudian ketiganya mendapatkan nomor SG setelah melewati Pendidikan Dasar Fitokimia di Burangrang :

1. Rendy Edvan Agriana SG.010.CR

2. Utari Diana Putri SG.011.CR

3. Aprillia Disty Cahyaningrum SG.012.CR

Setelah mengikuti Pengembaraan di Gunung Sumbing dan dalam masa pendidikan selama 1 tahun, akhirnya dalam proses Sekolah Pendidikan Ganala, diangkatlah anggota Chandra Rumengkang menjadi Castrena Ganala, yaitu:

M. Ryansyah Prameswara G.116.CR

U. Bubus Bahrussalam G.117.CR

Abdul Alim Kahari G.118.CR

M. Irfan Husini G.119.CR

Reviansyah Nur Arifin G.120.CR

Esti Nurul Addini G.121.CR

Nia Kurniatin G.122.CR

Sigit Adianto G.123.CR

Hendi Hajarulloh S.A. G.124.CR

Rendy Edvan Agriana G.125.CR

Utari Diana Putri G.126.CR

Aprillia Disty Cahyaningrum G.127.CR

beberapa kegiatan yang dilakukan untuk menjadi anggota penuh dari angkatan Chandra Rumengkang yaitu :

1. Pendidikan Dasar XVI Ganala di Bukit Tunggul

2. Fitokimia di Burangrang

3. Pengembaraan di Gunung Sumbing (3371 mdpl)

4. Sekolah Pemantapan Ganala di Bukit Tunggul

Selain kegiatan untuk menjadi anggota penuh Ganala, Chandra Rumengkang juga mengikuti kegiatan Susur Pantai Karang Paranje-Cikaingan, dan mendaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango.



25/08/10

Angkatan Elang Panyawang


Angkatan Elang Panyawang adalah angkatan ke empat di Ganala. Awalnya beranggotakan 14 orang, namun yang kemudian menjadi anggota penuh ada 13 orang yaitu :

G.052.EP Rully Daniar Dachlan
G.053.EP Binbin Mariana
G.054.EP Beni
G.055.EP Hindun
G.056.EP Ali Syihab
G.057.EP Fanni Rachdiani
G.058.EP Triana
G.059.EP Fahmy Fahlevi
G.060.EP Imel
G.061.EP Tina
G.062.EP Rinrin Irma
G.063.EP Astri
G.064.EP Lies Aisyah

Puhu angkatan Elang Panyawang adalah Rully Daniar.

Aplikasi pendidikan dasar dilakukan selama kurang lebih 1 minggu diawali dari kampus kimia unpad jatinangor melewati gunung manglayang dan berakhir di dago pakar.

pada saat pendidikan dasar di gunung manglayang sering melihat burung elang. sehingga mengilhami nama angkatan elang panyawang. Dewan Pengurus dan Dewan Sesepuh pada saat itu berharap angkatan elang panyawang dapat seperti burung elang yang menatap jauh ke depan dan fokus.

beberapa kegiatan yang dilakukan untuk menjadi anggota penuh dari angkatan Elang Panyawang yaitu :
- Fitokimia di bukit tunggul
- Susur Pantai Melewati jalur bayan (pandeglang) dan berakhir di Cisolok (sukabumi)
- Pengembaraan ke gunung Gede dan Ceremai, namun selain itu angkatan Elang Panyawang pernah ke gunung Arjuna Wilerang, Merbabu, Lawu, Salak, Tampomas dan Slamet.

Angkatan Elang Panyawang mendapatkan eanggotaan penuh Ganala di gunung Gede.

Angkatan Elang Panyawang menjadi dewan pengurus yaitu DP VI dan DP VII
Pada saat DP VII Rully Daniar menjadi Zarro.
Proker Unggulannya yaitu perbaikan Administratif keanggotaan, perubahan kepala juru tanggung Fitokimia menjadi Litbang, SPG (Sekolah Pendakian Gunung), dan Training to Trainer.



Angkatan Lembah Bayu

Angkatan Lembah Bayu adalah angkatan ke lima di Ganala. awalnya beranggotakan 13 orang, namun yang menjadi anggota penuh ada 11 orang, yaitu :

G.065.LB Yanyan Fauzi Nurdiansyah
G.066.LB Shatya Framudia
G.067.LB Amelia Fauziana
G.068.LB Sofa Fajriah
G.069.LB Indah Primadona
G.070.LB Martin Ario
G.071.LB Revan Hardiawan
G.072.LB Rijal Kamaluddin Husaeni
G.073.LB Mangihut Pestaharia Ponta Samosir
G.074.LB Kikie Herdian
G.075.LB Silvita Fitri Riswari

Puhu dari angkatan Lembah Bayu adalah Martin Ario.

Aplikasi Pendidikan dasar Angkatan Lembah Bayu dilakukan selama kurang lebih 1 minggu berawal dari Kampus Unpad Jatinangor melewati gunung manglayang dan berakhir Sarang yang pada saat itu berada di LIPA singaperbangsa.

pada saat materi survival di lembah bukit tunggul, kondisi lembah diserang hujan angin (bayu), peristiwa ini mengilhami nama ”Lembah Bayu”.

Pengembaraan : G. Manglayang, G Gede-Pangrango, G. Tampomas, G Ciremai, G. Lawu, G. Sindoro-Sumbing, G. Merbabu

Susur Pantai Angkatan Lembah Bayu melewati jalur Cidaun-Santolo-Cipatujah

Angkatan Lembah Bayu mengalami dua kali kepengurusan yaitu DP VII dan DP VIII. Pada DP VIII yang menjadi Zarro dari angkatan Lembah Bayu Adalah Yanyan Fauzi Nurdiansyah.

23/08/10

Angkatan Tirta Nata

Tirta Nata,adalah sebuah angkatan yang terdiri dari anggota yang kuat yang telah ditempa oleh kerasnya alam. merupakan angkatan ke 6 Ganala. Pada awalnya beranggotakan:
  1. Hiromiwan (Puhu angkatan)
  2. Titus Halomoan
  3. Novri Saldi
  4. Yogie Moh Ramdani
  5. Paolo Billy Wurangian
  6. Mawar Iklimah
  7. Arsita Rahadiyani
  8. Ni Putu Sri Ayuni
  9. Indri Badria
  10. Reza Ibnu
  11. Naser P

Mengikuti proses pendidikan dasar yang berat untuk mendapatkan status keanggotaan Satya Ganala. Pendidikan Dasar VI Ganala dimulai pada 23 Januari 2001 - 4 Februari 2001, bertempat area Gn Manglayang, Gn Sanggoro, Bukit Tunggul, dan berakhir di Maribaya.

Nama TIRTA NATA sendiri berawal dari proses Pendidikan Dasar VI Ganala, dimana selama pendidikan dan perjalanan selalu dalam kondisi hujan. Dan harapan dari angkatan TIRTA NATA ini adalah, dalam berorganisasi dan bersosialisasi mampu memberikan tatanan yang rapi dan mampu beradaptasi dalam setiap kondisi lingkungan. Sesuai dengan dengan air yang mampu mengikuti bentuk dari wadahnya.

Setelah mengikuti proses pendidikan selama 1 tahun, akhirnya dalam proses Sekolah Pendidikan Instruktur Ganala, diangkatlah anggota Tirta Nata menjadi Castrenna Ganala, yaitu:
  1. Hiromiwan , NAG G.076 TN
  2. Titus Halomoan, NAG G.077 TN
  3. Indri Badria A, NAG G.078 TN
  4. Yogie M.R, NAG G.079 TN
  5. Arsita Rahadiyani, NAG G.080 TN
  6. Novri Saldi, NAG G.081 TN
  7. Paolo Billy W, NAG G.082 TN
  8. Ni Putu Sri Ayuni, NAG G.083 TN
  9. Mawar Iklimah, NAG G.084 TN

Beberapa aktivitas yang telah dilakukan oleh TIRTA NATA dalam rangka peningkatan skill gunung hutan maupun skill keorganisasian:
  1. Penggalangan dana Gempa Bumi Majalengka
  2. Penghijauan Kampus UNPAD (Green Our Campus)
  3. Pembukaan Jalur Fitokimia di daerah Ciwidey bersama dengan Jurusan Kimia
  4. Pelatihan SAR-ESAR, kerjasama dengan SAR UNPAD
  5. Pelatihan Rafting, kerjasama dengan SAR UNPAD

Aktivitas pengembaraan yang dilakukan untuk memperoleh NAG:
  1. Pengembaraan Gn Ciremai (Ketua, Titus Halomoan)
  2. Pengembaraan Gn Lawu (Ketua, Yogie M R)
  3. Ekspedisi Fitokimia (Ketua, Novri Saldi)
  4. Susur Pantai jalur Cidahu – Pamengpeuk (Ketua, Hiromiwan)

Gunung-gunung yang pernah di kunjungi oleh anggota TIRTA NATA:
  1. Gn. Manglayang (1.817 mdpl)
  2. Gn. Geulis (1.281 mdpl)
  3. Gn. Papandayan (2.665 mdpl)
  4. Gn. Cikuray (2.821 mdpl)
  5. Gn. Guntur (2.249 mdpl)
  6. Gn. Ciremai (3.078 mdpl)
  7. Gn. Gede (2.958 mdpl)
  8. Gn. Pangrango (3.019 mdpl)
  9. Gn. Salak (2.211 mdpl)
  10. Gn. Tampomas (1.664 mdpl)
  11. Gn. Sindoro (3.150 mdpl)
  12. Gn. Sumbing (3.371 mdpl)
  13. Gn. Merbabu (3.142 mdpl)
  14. Gn. Merapi (2.914 mdpl)
  15. Gn. Lawu (3.265 mdpl)
  16. Gn. Argopuro (3.088 mdpl)
  17. Gn. Agung (3.142 mdpl)
  18. Gn. Raung ( 3.332 mdpl)

Angkatan Sangga Rimba

Sejarah Nama Angkatan
Sangga Rimba merupakan nama angkatan ke tiga dari GANALA. Nama Sangga Rimba diberikan setelah kita dinyatakan berhasil dalam melalui rangkaian masa pendidikan dasar GANALA dan dilantik menjadi anggota penuh GANALA di Puncak Gunung Ciremai pada tahun 1998 . Pada saat itu sistem pendidikan dasar tidak melalui tahapan seperti yang ada sekarang. Pada saat itu, setelah melalui rangkaian pendidikan dasar langsung dilantik menjadi anggota penuh GANALA. Jadi pada saat itu pemberian nama angkatan diberikan langsung dengan nomor anggota.

Nama Sangga Rimba berasal dari salah satu camp yang ada di Gunung Ciremai yaitu Sangga Buana. Di camp ini kami menyelesaikan tahapan akhir pendidikan dasar. Makna yang terkandung di balik nama Sangga Rimba adalah sebagai seorang penggiat alam terbuka kita harus dapat melestarikan hutan tempat kita menyalurkan hobi kita. Dengan menjadi elemen yang tidak terpisahkan dalam bentuk penyangga rimba itu sendiri (Sangga) kita diharapkan dapat lebih menyatu dengan alam (Rimba).

Pendidikan Dasar
Kegiatan pendidikan dasar dilaksanakan dengan metode praktek lapangan dengan tidak mengambil waktu khusus.

Profil Anggota
Anggota Sangga Rimba terdiri dari sembilan orang, yaitu:
  1. Kusdianto
  2. Usman Syarif
  3. Sandy Shodiqin
  4. Indra Permana
  5. Iyus Darmawan PY
  6. Apep Ependi
  7. Imam Isnaeni Sidiq
  8. Hendra Herdiana (pada tahun ke 2 pindah kuliah ke Teknik Fisika ITB)
  9. Isra

Pengembaraan
Beberapa pengembaraan yang pernah diikuti oleh angkatan Sangga Rimba
  • Mapak Gunung Gede Pangrango
  • Susur Pantai Cilacap – Pangandaran
  • Masih banyak lagi pengembaraan lainnya