| CADAS HALIMUN |
| Apel dengan pembinanya Kang Rolly G.031.TK |
| Ucapan selamat dari Kang Rolly kepada Cadas Halimun |
| Ucapan selamat dari Zarro GANALA, M. Irwan Kurniawan G.128.BG, kepada Cadas Halimun |
GARBA HITA BHARUNA SABHATULA, WADAH PENCINTA AIR DAN TANAH
| CADAS HALIMUN |
| Apel dengan pembinanya Kang Rolly G.031.TK |
| Ucapan selamat dari Kang Rolly kepada Cadas Halimun |
| Ucapan selamat dari Zarro GANALA, M. Irwan Kurniawan G.128.BG, kepada Cadas Halimun |
TEBING LAYANG

Di Puncak Gunung Slamet (3432 mdpl), ki-ka: Tengku Muliani Putri, Irwan Kurnia, Imam Bukhori, Yudhio Oktario, dan Attin Rachmawati
Tebing Layang diambil dari filosofi “mendaki tebing, menuju puncak, melayang, menggapai cita”, setelah melalui 2 gunung yang terdapat tebing di jalurnya. Angkatan Tebing layang (TL) dilantik sebagai Satya Ganala pada tanggal 12 maret 2006 sebagai angkatan ke-10 di Ganala setelah melalui proses pendidikan dasar (diksar) di Gunung Manglayang, setelah sebelumnya juga melakukan diksar di Gunung Salak (puncak I).
Setelah melalui berbagai tahap dan pendidikan yang diadakan oleh Dewan Pengurus Ganala XII, antara lain pendakian Gunung Salak (puncak I), pendakian Gunung Manglayang, fitokimia di Bukit Tunggul (Jawa Barat), pendakian Gunung Papandayan (Jawa Barat) dalam rangka memperingati Hari Bumi, dan pengembaraan di Gunung Slamet (Jawa Tengah), sehingga TL total telah melalui pendakian gunung lebih dari 10.000 mdpl kemudian resmi dilantik sebagai Castrena Ganala yakni sebagai anggota penuh Ganala. Angkatan Tebing Layang terdiri dari 5 orang, antara lain:
1. G.095.TL Imam Bukhori
2. G.096.TL Irwan Kurnia
3. G.097.TL Attin Rachmawati
4. G.098.TL Yudhio Oktario
5. G.099.TL Tengku Muliani Putri
Perbedaan latar belakang personil TL tidaklah menjadi faktor penghambat yang besar selama berkecimpung di Ganala. Keinginan yang kuat untuk terus belajar dan membangun Ganala, menjadi faktor yang terus mempersatukan TL hingga saat ini, disamping juga untuk menelusuri hobi kegiatan alam bebas (terutama pendakian gunung).
Ada beberapa kejadian menarik selama TL berkegiatan di alam bebas. Pertemuan dengan sosok harimau ketika malam keakraban dalam kegiatan fitokimia di bukit tunggul menjadi fenomena langka yang pernah ditemui di lapangan, perjalanan turun gunung terpanjang dalam sejarah TL ketika mendaki Gunung Salak yang hanya berketinggian 2211 mdpl kurang lebih 18 jam akibat tersesat, jalur yang sulit dan cedera yang dialami salah satu anggota team yang membuat perjalanan harus dilakukan perlahan-lahan, dan pengembaraan di Gunung Slamet meninggalkan kesan yang paling besar bagi TL khususnya, di sana kita belajar semangat “positive mental attitude” yang begitu besar dari salah satu personil TL yakni Tengku Muliani Putri (Uya), walaupun secara fisik tidak terlihat layaknya pendaki gunung-gunung tinggi tetapi dia menunjukkan kemampuan mental yang luar biasa yakni mendaki gunung tertinggi kedua di pulau jawa walaupun dalam kondisi fisik yang tidak fit 100% dan membawa perbekalan obat-obatan pribadi yang sangat banyak dan cukup berat. Uya telah menunjukkan dan membuktikan kepada kita semua (khususnya TL) tentang begitu luar biasanya kekuatan pikiran, ketika kita berpikir positif bahwa kita bisa maka kita pasti bisa, membuang jauh-jauh kata menyerah. Tersesat ataupun salah perkiraan yang membuat waktu tempuh menjadi lebih lama serta kondisi-kondisi terburuk di lapangan, bukanlah hal yang membuat kami gentar dan enggan berkegiatan di alam bebas. Justru dengan beberapa kejadian tersebut kami belajar dan mengambil hikmahnya sebagai bekal ketika menghadapi kondisi yang lebih buruk lagi di alam dan kehidupan. Alam tidak pernah bisa diprediksi dan mengajarkan banyak hal kepada Tebing Layang.
Angkatan Tebing Layang telah melalui dua kepengurusan di Ganala, yakni Dewan Pengurus Ganala XIII dan XIV, dengan Irwan Kurnia sebagai Zarro di dua periode kepengurusan tersebut.
Pendakian yang pernah diikuti angkatan Tebing Layang bersama Ganala antara lain :
1. Gunung Salak – Jawa Barat (2211 mdpl)
2. Gunung Manglayang – Jawa Barat (1818 mdpl)
3. Gunung Papandayan – Jawa Barat (2665 mdpl)
4. Gunung Gede – Jawa Barat (2958 mdpl)
5. Gunung Pangrango – Jawa Barat (3019 mdpl)
6. Gunung Slamet – Jawa Tengah (3432 mdpl)
7. Gunung Sindoro – Jawa Tengah (3150 mdpl)
8. Gunung Sumbing – Jawa Tengah (3336 mdpl)
9. Gunung Lawu – Jawa Tengah (3245 mdpl)
10. Dan kegiatan lainnya di luar pendakian gunung
Mungkin sedikit gambaran Tebing layang di atas cukup mewakili walaupun tentunya akan sangat banyak jika harus dirinci dinamika lebih lengkap tentang Tebing Layang di Ganala. Feel free to contact us if you want to share anything about Tebing Layang.
Vivat Ganala
Salam Rimba…!!!
Tebing Layang

TL style

Chandra Rumengkang merupakan angkatan ke-14 Ganala. Mengikuti Pendidikan Dasar pada 25-28 Februari 2010 di Bukit Tunggul dan melewati Bukit Sanggara, Gunung Kasur, dan Gunung Manglayang, diakhiri di Sarang. Chandra Rumengkang dilantik menjadi Satya Ganala pada tanggal 28 Februari 2010, dan tanggal tersebut diabadikan sebagai hari lahirnya Chandra Rumengkang itu sendiri. Pada Pendidikan Dasar beranggotakan 9 orang :
1. M. Ryansyah Prameswara SG.001.CR (Puhu)
2. U. Bubus Bahrussalam SG.002.CR
3. Esti Nurul Addini SG.003.CR
4. M.Irfan Husaini SG.004.CR
5. Reviansyah Nur Arifin SG.005.CR
6. Sigit Adianto SG.006.CR
7. Abdul Alim Kahari SG.007.CR
8. Nia Kurniatin SG.008.CR
9. Hendi Hajarulloh S.A. SG.009.CR
Nama CHANDRA RUMENGKANG sendiri berawal dari proses Pendidikan Dasar XVI GANALA, dimana ketika malam pertama Pendidikan Dasar sedang bulan purnama yang membuat langit sangat cerah. Chandra yang berarti Bulan, dan Rumengkang yang berarti Kehidupan menjadi doa kami, CR, agar menghidupkan GANALA menjadi yang lebih baik ke depannya.
Setelah mendapat nomor Satya Ganala kemudian Chandra Rumengkang mendapatkan 3 anggota keluarga baru yang mendapatkan nomor Calon Satya Ganala pada pengaplikasian materi Pendidikan Dasar yang dilaksanakan di Gunung Manglayang pada 23-24 Maret 2010 : Rendy CSG.001.CR, Utari CSG.002.CR, Disty CSG.003.CR. Kemudian ketiganya mendapatkan nomor SG setelah melewati Pendidikan Dasar Fitokimia di Burangrang :
1. Rendy Edvan Agriana SG.010.CR
2. Utari Diana Putri SG.011.CR
3. Aprillia Disty Cahyaningrum SG.012.CR
Setelah mengikuti Pengembaraan di Gunung Sumbing dan dalam masa pendidikan selama 1 tahun, akhirnya dalam proses Sekolah Pendidikan Ganala, diangkatlah anggota Chandra Rumengkang menjadi Castrena Ganala, yaitu:
M. Ryansyah Prameswara G.116.CR
U. Bubus Bahrussalam G.117.CR
Abdul Alim Kahari G.118.CR
M. Irfan Husini G.119.CR
Reviansyah Nur Arifin G.120.CR
Esti Nurul Addini G.121.CR
Nia Kurniatin G.122.CR
Sigit Adianto G.123.CR
Hendi Hajarulloh S.A. G.124.CR
Rendy Edvan Agriana G.125.CR
Utari Diana Putri G.126.CR
Aprillia Disty Cahyaningrum G.127.CR
beberapa kegiatan yang dilakukan untuk menjadi anggota penuh dari angkatan Chandra Rumengkang yaitu :
1. Pendidikan Dasar XVI Ganala di Bukit Tunggul
2. Fitokimia di Burangrang
3. Pengembaraan di Gunung Sumbing (3371 mdpl)
4. Sekolah Pemantapan Ganala di Bukit Tunggul
Selain kegiatan untuk menjadi anggota penuh Ganala, Chandra Rumengkang juga mengikuti kegiatan Susur Pantai Karang Paranje-Cikaingan, dan mendaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango.
